Mungkin itulah, sebagian alasan, mengapa saya memutuskan untuk mencopot aplikasi instagram digawai, cukup menyisakan satu aplikasi yang dirasa cukup. Kali ini, saya akan mengaminkan pendapat Marissa, seorang pembawa berita bersama Omesh di stasiun televisi NET dalam channel youtubenya ia mengatakan bahwa, perlunya menerapkan prinsip minimalisme dalam menggunakan sosial media. Media sosial mana sajakah yang dianggap perlu untuk dipasang didalam gawai.
Sebelum menghapus aplikasi tersebut dari gawai, saya awali dengan merapikan tampilan profil. Yang dirasa masih perlu di sisakan, maka saya tidak arsipkan, deskripsi diri pun saya biarkan dan tidak saya ubah. Lalu, langkah setelahnya memastikan bahwa tidak ada pesan yang belum terjawab. Terakhir, saya mengabarkan lewat Whatsapp teman-teman terdekat, bahwa mungkin dalam waktu dekat ini, saya akan jarang sekali aktif di Instagram.
Keputusan untuk menyopot aplikasi instgram dari gawai itu bermula saat saya merasa kualitas waktu yang saya alokasikan untuk membaca cenderung menurun, dan terkadang merasa sakit kepala setiap kali menatap layar gawai terlalu lama. saya menyadari hal itu dengan cepat, dan meresponnya dengan sebuah anggapan, apakah perlu menghilangkan aplikasi instagram ya?
Dan ajaib! seperti dugaan saya diawal kali memutuskan hal itu, kini, sudah tiga hari saya tidak menggunakan aplikasi itu secara masif. Walhasil, kualitas membaca saya kembali membaik, pikiran terasa lebih tenang, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya diluar kendali saya. Saya merasa lebih produktif dengan hal-hal yang perlu diselesaikan, memperhatikan kembali bagaimana hubungan dan komunikasi yang saya bina dalam lingkup sosial. Ya, saya rasa tiga hari ini adalah sebuah awal yang baik, sembari menunggu waktu yang tepat, jika dirasa perlu mengaktifkan kembali aplikasi tersebut.
Menghapus aplikasi Instagram dari gawai, tidak berarti saya benar-benar meninggalkan dunia itu. Saya katakan pada diri sendiri, bahwa aplikasi tersebut hanya boleh dibuka lewat web Chrome saja, dan hanya untuk memastikan bahwa tidak ada yang menghubungi saya lewat aplikasi tersebut, atau hanya untuk melihat apakah ada diskon buku. Hanya itu, dan tidak lebih.
Lalu, mengaktifkan kembali fungsi dari blog adalah suatu usaha untuk mengairi kembali bunga-bunga fikiran yang telah lama kering. Menghidupkannya kembali dengan beragam tulisan.
Welcome back!
Jakarta
Desember, 20
2021

Komentar
Posting Komentar