Miku; Memaknai Kehilangan

 halo miku, bagaimana kabarmu? 

miku, maafkan aku karena hari ini tepatnya, aku baru saja mengetahui bahwa kau telah kembali tidak lagi bersama kami. maafkan aku yang terlambat mengetahui kabarmu. aku tidak mengira bahwa pada akhirnya kamu akan meninggalkan kami dalam keadaan diam dan penuh rasa kesendirian.

aku tau, kamu pernah merasakan sakit, dan kamu tidak mau merasakan itu sendirian. kamu masih ingin berada didekat kami. maafkan kami jika saat itu, kamu merasa bahwa kami menjauhimu, hingga kamu harus merasa sendirian. aku tidak tau apa yang kamu pikirkan sepanjang malam ketika kamu memandangi kami tanpa tidur dengan pandangan kosong. aku tidak tau apa yang kamu pikirkan, semenjak kamu tidak lagi bersuara seperti dulu. maafkan aku ya miku, aku tidak melakukan apa-apa, meski yang sebenarnya kau butuhkan hanyalah sebuah sentuhan lembut diatas bulu-bulumu.

apakah kamu pergi meninggalkan kami, karena merasa kesendirian yang hakiki itu jauh lebih baik? 

mungkin, bukan kamu yang meninggalkan kami, justru kami lah yang telah lama pergi dari dirimu hingga kamu harus menanggung sepi itu sendirian, yang pada akhirnya membawamu pada kondisi yang lebih dingin dari hujan sepanjang malam. 

miku, apakah kamu disana bertemu dengan moku dan lucy? apakah kamu bertemu dengan roki? apa yang kau rasakan disana?

bahkan sampai hari ini, aku masih dapat mendengar suara dari kalung yang ada dilehermu, ia berbunyi tiap kamu berlari. ingatan itu terasa dekat, sangat dekat. 

maafkan aku miku. 

kamu tidak perlu lagi merasa sendiri, yang menyelimutimu bukan lagi rasa sepi. 

jika aku sudah berada disana, berada dialam yang sama denganmu, maukah kamu bertemu lagi denganku? 


miku, terimakasih banyak. aku sungguh merindukanmu.




Komentar