Seseorang Yang Baru Bangun Dari Tidurnya.

PART 1

Kalo inget podcastnya Raditya Dika, dalam suatu kesempatan dia menjelaskan perihal pentingnya menulis, yang salah satunya adalah untuk mengetahui gimana caraya berkomunikasi dengan diri sendiri. Hal ini sepertinya cocok, untuk mewaikili Si Ambis yang baru bangun dari tidurnya ini.

Kalo kita terbiasa melakukan sebuah treatment journaling, pasti akan dengan mudah mengidentifikasi kendala atau mengevaluasi setiap step langkah yang diambil. Ada beberapa pekerjaan yang butuh banyak waktu untuk diselesaikan, kendalanya bisa jadi macam-macam, entah berasal dari diri sendiri atau dari faktor luar. Ada projek yang kalo diteliti lagi lewat daily journal ga selesai-selesai karena cukup menguras emosi ketika mengerjakannya.

Perihal ini, saya setuju sekali. Skripsi, adalah sebuah projek yang sangat menguras emosi. Karena belajar disebuah kampus yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar, hal ini pun berlaku ketika penulisan skripsi. Terlebih dengan jurusan yang terlampau "ga kepikiran" sebelumnya oleh saya, Ilmu Qur'an dan Tafsir.  Walhasil, ketika mampu menulis satu atau dua baris saya rasanya udah bersyukur banget, apalagi bisa nulis sampai satu halaman? Pasti akan ngerasa lega banget, ya walaupun kepala rasanya keriting banget. 

Waktu itu saya mengajukan judul skripsi di semester lima, yang mana itu cuma coba-coba aja. Loh ternyata setelah lebaran tahun lalu, saya kaget banget, kalo ternyata SK penulisan skripsi saya keluar, yang dalam artian judul saya diterima. Saat itu saya pikir bahwa ga akan keterima, karena judulnya juga asal saya dapatkan. Saya memang sangat terinspirasi dengan salah satu ayat dalam Quran yang menjelaskan tentang rasa takut kepada Allah hanya bisa sampai pada diri para Ulama. Saya ingat sekali, waktu itu, ketika sedang nyapu lantai rumah, saya kepikiran gmna kalo mengajukan judul skripsi dengan pembahasan itu? Segeralah, tanpa pikir panjang, saya mengisi form online yang dikirim oleh pihak kampus. Rasanya, kalau dipikir kembali itu adalah sebuah kecerobohan. 

Ya namanya mahasiswa, pasti ada ajalah yang menyematkan "dosen favorit", waktu mengisi form itu saya mengisi nama dosen favorit untuk menjadi pembimbing skripsi. Kalau tidak salah, saya menulis nama Ustadz Isnan, Ustadz Sunardi, dan Ustadz Falhan. Dan disatu sisi, ya saya sedikit merasa takut kalau dapat pembimbing dosen lain yang hmm, bisa dibilang cukup saya takuti. Tapi, memang Allah tuh sayang banget sama saya, ketika keluar SK ketiga nama dosen favorit yang saya cantumkan, tidak tertulis diatas SK, dan yang saya temukan disana, adalah nama dosen yang "duh gimana nih?" (udah ketakutan duluan). Iya, dosen pembimbing skripsi saya adalah Ustadz Faris BQ, pasti ya semua mahasiswa dari penjuru kampus Al-Hikmah tau betul siapa beliau. Rasanya ketika ingin menghubungi beliau untuk konfirmasi mahasiswa bimbingan skripsi, rasanya takuuut banget, takut salah ketik, banyak typo. Hapus, ketik ulang, duh segitunya ya. Ya, karena beneran saya takut banget. Hahahah.

Ya begitulah, ketika awal mau bimbingan sama beliau. Tapi, setelah dapat bimbingan skripsi, arahan, dan lain sebagainya, seakan dinding tebal nan tinggi bernama "takut" itu langsung runtuh, benar-benar runtuh. Saya merasa sampai saat itu, sangat bersyukur sekali dapat dibimbing oleh Ustadz Faris. Karena saya tipe orang yang mager revisi, hahahha walaupum harusnya banyak revisi, Ustadz Faris ini cukup singkat dan padat ketika membimbing saya dalam penulisan skrispi. Saya banyak mendengarkan dan mengikuti setiap arahan yang beliau berikan untuk penulisan skripsi. Beberapa kali saya menghubungi beliau lewat pesan singkat dan tidak perlu lama, hanya 10 menit yang singkat dan padat, sangat mudah dipahami setiap instruksi atau arahan yang beliau berikan.

Beberapa hal yang seringkali diabaikan, dan tidak diperhatikan ketika menghubungi dosen sepertinya perlu di bahas, hahaha. Yang namanya mahasiswa pasti galau dan bingung kalo dosen ga balas-balas pesan yang dikirim. Ya percayalah kawan, dosen tidaklah seperti kita yang kaum rebahan, hahaha. Maka, untuk mengantisipasi kegalauan ini, kirimlah Chat di waktu yang tepat, seperti misalnya, ketika pagi hari sekitar pukul 7 pagi sampai pukul 9 pagi, karena waktu tersebut biasanya dimaksimalkan oleh seseorang untuk mengirim berita atau mencari berita dari gawai. Atau, kirimlah pesan pada jam 12 sampai 1 siang, karena itu waktu istirahat dan waktu yang lebih santai. Dan, pilihan terakhir adalah mengirim pesan singkat antara pukul 5 sore sampai 8 malam. Hindari, mengirim pesan singkat pada jam 8 malam ke atas, karena itu menganggu waktu istirahat seseorang. Selain itu, biasakan mengirim chat dengan basa-basi yang beradab, hahaha ya maksutnya adalah menjelaskan beberapa hal, dengan memperhatikan setiap paragraf pesan sesuai dengan isi pesan. 

mendahulukan adab dalam setiap bermuamalah dengan orang lain, akan menghindari hal-hal yang dapat merugikan atau menyulitkan diri sendiri. Selama proses penulisan skripsi ini saya banyak belajar dan melatih diri, terlepas dari belajar untuk penulisan skripsi itu. bahwa iltizam atau komitmen kuat kepada diri sendiri, adalah suatu bentuk dari menyayangi diri sendiri, atau dalam kata lain, self-love yang sering dibahas akhir-akhir ini. Menurut seorang senior saya, dengan memperkuat pertanyaan yang berdasarkan pada "untuk apa kamu melakukan ini?", dapat menyadarkan kita ketika luput dari jalan hidup atau tujuan yang sedang kita capai.

Skripsi ini memang sewaktu-waktu menguras banyak energi dan emosi, tapi sekali lagi bagi saya skripsi memiliki peran tersendiri dalam proses pendidikan baik dilembaga pendidikan formal itu sendiri atau pendidikan bagi mentalitas mahasiswa yang bersangkutan. Menjalani dengan keterpaksaan untuk senantiasa menikmati setiap prosesnya merupakan treatment yang akan menguntungkan bagi diri si mahasiswa itu sendiri, atau bagi orang lain yang merasakan hasil pengetahuan yang diekstrak dalam bentuk karya ilmiah tersebut.

Akhirul kalam, segala perasaan dan usaha yang dicurahkan selama proses penulisan skripsi adalah sebuah proses menuju kebaikan. Selayaknya kebaikan, adalah hal yang diinginkan oleh setiap makhluk hidup, maka dalam merealisasikannya akan banyak usaha yang dikerahkan. Jangan menyerah, dan tetap berprasangka baik, kesulitan hari ini pasti akan menemukan jalannya, dan kemudahan hari ini adalah hasil dari bersulit-sulit dihari kemarin.

Teruntuk seluruh teman-teman yang sedang menjalani ini, semoga kita bisa lulus bersama, sebagai alumni yang husnul khotimah, dan menjadi munzirul qoum bagi ummat. Allahu yassar.

Komentar